Pakembinangun. Nyadran merupakan tradisi yang melekat di kehidupan masyarakat Jawa. Tradisi nyadran merupakan budaya mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia. Nyadran juga disebut Ruwahan karena dilakukan di bulan Ruwah.

Di wilayah Pakembinangun, kegiatan Nyadran dan Doa bersama diselenggarakan di hari yang berbeda beda. Ada yang diselenggarakan di hari Minggu Tanggal 16 Februari 2025 di lokasi di beberapa makam.

1. Makam Kertodadi jam 08.00 wib, Petugas Bapak Nuzul Nur Afandi dan Ibu Umi Salamah.

2. Makam Tegalsari jam 09.00 wib, Petugas Bapak Suharyanto dan Bapak Lukman H.

3. Makam Duwetsari jam 08.00 wib, Petugas Bapak Anton CN

4. Makam Gambiran jam 09.00 wib, Bapak Djoko M dan Bapak Noor Edi P.

5. Masjid Pakemgede jam 07.30 wib, Petugas Bapak Marzuki

Pemerintah Kalurahan Pakembinangun memberikan stimulan kegiatan nyadran maupun doa bersama sebesar  Rp. 1.000.000,-.

Acara nyadran dan doa bersama berlangsung dengan lancar. Dari Pembukaan, sambutan dukuh, sambutan dari pemerintah kalurahan dan doa arwah hingga penutup. (US)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *