Kemeriahan peringatan Hari Jadi Sleman yang ke-108 di Kalurahan Pakembinangun berlangsung hari ini (Minggu, 19 Mei 2024) bertempat di Aula Kalurahan Pakembinangun. Tidak kurang dari 100 undangan dan 8 KWT turut menyemarakkan acara ini. Puncak acara Hari Jadi Sleman yang ke-108 ini dimulai dengan dibukanya lomba mewarnai anak tingkat PAUD se Kalurahan Pakembinangun. Acara tersebut juga dihadiri oleh Panewu Pakem beserta jajarannya, Bhabinkamtibmas Pakembinangun, Babinsa Pakembinangun, serta Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan jajarannya. Hadir pula PLT Asekda kabupaten Sleman, Ir. Suparmono. Ibu Kustini menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi beliau atas nama bupati dan pribadi, kepada PJ Lurah Pakembinangun beserta jajarannya yang menyelenggarakan acara ini.
“Acara memperingati Hari Jadi Sleman diawali dengan senam Sleman Bangkit pada hari Jum’at kemarin. Dan hari ini lomba mewarnai bagi anak tingkat PAUD. Ini semua adalah milik warga Sleman terutama warga Pakembinangun. Bukan hanya semata milik perangkat dan pejabat pemerintahan di Sleman. Senam Sleman Bangkit sebetulnya adalah ide saya, namun gerakannya adalah dari Disdikbud dan Dikpora, serta instruktur senam Sleman. Kami namakan senam Sleman Bangkit karena dulu kami rancang di saat Covid-19. Sehingga masyarakat Sleman harus bangkit namun tidak menanggalkan budaya adiluhung yang ada yaitu gamelan. Gerakannya adalah tari baik dari Jathilan maupun Kobra Siswa. Adapun sebentar lagi akan kami sosialisasikan Senam Sleman Lansia Sembada. Karena harapan hidup lansia di Sleman ternyata tertinggi se-Indonesia,” kata Bupati Sleman dalam sambutannya.
“Dengan semangat Greget Nyawiji lan Hangayomi Sesarengan Mbangun Sleman. Dengan harapan masyarakat Sleman mempunyai greget atau semangat membangun sleman. Nyawiji itu satu visi. Mengayomi adalah tugas dari para pengayoman seperti pamong2 ini. Harus bisa mengayomi masyarakat, tidak boleh membeda-bedakan. Sehingga ini menjadi ciri khas warga Sleman yang mempunyai greget Nyawiji membangun sleman dari lini masyarakat bawah sampai kepada pemerintahnya. Adanya peringatan hari jadi Sleman ke-108 ini mewujudkan bahwa warga Sleman senang Nyawiji bersama membangun kabupatennya.”
“Kabupaten Sleman mendapat penghargaan dari Kemensos karena berhasil menurunkan Stunting dan Kemiskinan. Angka kemiskinan menurun dari awalnya 7 menjadi 6,8 karena greget masyarakatnya untuk menggerakkan perekonomian seperti pada saat ini ada pergelaran UMKM seperti itu. Stunting pun juga turun. Namun kami juga melakukan riset. Bahwa ternyata stunting tidak hanya diderita oleh masyarakat miskin. Masyarakat miskin hanya 20 % stuntingnya. Justru masyarakat yang mampu, menempati 80% stuntingnya. Berarti ada pola asupan gizi pada anak yang salah. Maka kita perlu memberikan edukasi, menggerakkan PKK, dasawisma, RT, RW dan Padukuhan. Nantinya kami pun juga mempunyai program satu Kalurahan satu lapangan, tidak harus lapangan bola. Namun kami lakukan selangkah demi selangkah karena dana terbatas dan ini visi lima tahunan,” lanjut beliau.
Selanjutnya bapak PJ Lurah Pakembinangun menyampaikan sambutannya, “Pakembinangun harus mampu menggerakkan UMKM dan program perekonomian warga lainnya agar semakin bisa mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.”
Acara kemudian ditutup dengan pembagian bantuan untuk Posbindu di 10 Padukuhan di Kalurahan Pakembinangun masing-masing sebesar 2.000.000 rupiah. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan bagi siswa berprestasi se Pakembinangun sebanyak 20 siswa. (AW)